Jenis Macam Macam Penyakit Kekurangan Protein

Jenis Macam Macam Penyakit Kekurangan Protein

Jenis Macam Macam Penyakit Kekurangan Protein,- Protein merupakan salah satu senyawa organik kompleks dan berbobot molekul yang sangat tinggi dan juga merupakan suatu polimer yang terdapat pada monomer-monomer asam amino yang terhubung satu sama lain dengan ikatan peptida. Pada molekul protein tersebut mempunyai beberapa kandungan seperti hidrogen, oksigen, nitrogen, karbon, sulfur, dan fosfor. Protein juga mempunyai peran yang sangat penting dalam pembentukan struktur dan juga fungsi dari sel makhluk hidup dan virus.

Jenis Macam Macam Penyakit Kekurangan Protein

Jenis protein yang lain mempunyai peran penting dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti protein yang berperan untuk membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein sangat berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh sebagai antibodi, transportasi hara, dan lain sebagainya. Protein berperan sebagai sumber asam amino untuk suatu organisme yang tidak bisa membentuk asam amino sendiri.

Baca Juga: Jenis Terapi untuk Penderita Epilepsi

Protein juga merupakan salah satu penyusun utama dari makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan lain-lain. Protein ini merupakan suatu molekul yang paling banyak untuk diteliti dalam biokimia. Protein pertama kali ditemukan oleh Jons Jakob Berzelius yang berasal dari Swedia pada tahun 1838.

Penyakit Akibat Kekurangan Protein

  1. Busung lapar (hongeroedeem)

Diakibatkan karena kekurangan protein. Apabila darah kekurangan protein maka akan menyebabkan terjadinya osmosis koloid yang lemah sehingga air yang ada di dalam jaringan tersebut tidak bisa masuk ke dalam pembuluh darah kapiler. Hal ini bisa menyebabkan kulit menjadi busung atau membengkak.

Gejala-gejala dari penyakit busung lapar adalah badan terasa lemah, muka atau warna kulit terlihat pucat, nafsu makan dan bergerak kurang, kaki dan tangan sering terasa kesemutan, pada bagian perut terlihat besar atau busung, dan terjadinya bengkak pada sekujur tubuh.

  1. Kwashiorkor

Kwashiorkor adalah suatu penyakit yang dapat timbul dikarenakan kurangnya asupan protein yang lebih banyak diderita oleh bayi dan anak-anak dari pada orang dewasa di usia sekitar enam bulan sampai tiga tahun (balita). Ciri-ciri dari penderita kwashiorkor adalah adanya pembengkakan di bagian kaki dan tangan, wajah menjadi sembab, otot kendur, rambut kemerahan dan mudah patah, dan mukanya seperti bulan, namun pada penderita kwashiorkor tidak kelihatan kurus.

  1. Marasmus

Marasmus merupakan suatu istilah yang sering digunakan untuk gejala yang timbul apabila anak menderita kekurangan energi (kalori) dan kekurangan protein. Bagi anak yang menderita marasmus akan terlihat sangat kurus dan kelihatannya lebih tua dari usia yang sebenarnya.

  1. Edema

Pada penyakit ini biasanya sering disebut dengan retensi air yang diakibatkan kurangnya protein. Darah yang mengalir di dalam tubuh manusia mengandung berbagai macam nutrisi untuk metabolisme tubuh, regenerasi sel, perbaikan sel dan lain-lain. Jika darah yang mengalir itu tidak mempunyai cukup protein makan tekanan darah akan menjadi rendah yang bisa menyebabkan terjadinya pusing, lemas dan malas beraktivitas. Jika dalam hal ini terjadi terus menerus maka aliran darah yang tidak mengandung protein akan membentuk jaringan yang mirip dengan gumpalan air disekitar pembuluh darah. Dan jaringan yang dipenuhi dengan air inilah yang disebut dengan edema.

  1. Denyut jantung rendah

Jantung manusia berdetak pada setiap detiknya. Dalam berdetaknya tersebut ternyata jantung membutuhkan protein. Apabila tubuh kekurangan protein maka bisa menyebabkan denyut jantung akan menjadi rendah misalnya dibawah 60 denyut/menit.

  1. Sulit buang air besar

Buang air besar dan sembelit adalah suatu penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan protein. Pencernaan dapat berjalan dengan baik apabila tubuh dalam pemenuhan protein.

  1. Fungsi otak terganggu

Otak yang merupakan pusat saraf manusia dalam berpikir dan mengendalikan setiap pergerakan tubuh. Kekurangan protein juga dapat mengakibatkan kecepatan berpikir pada otak akan menjadi semakin rendah bahkan bisa menyebabkan gangguan yang lebih parah lagi seperti kecepatan motorik berkurang, depresi, stress dan lain-lain.

  1. Rambut rontok

Rambut yang mengalami kerontokan secara tidak normal bisa disebabkan oleh tubuh yang kekurangan protein. Rambut yang kuat dan sehat dapat dimiliki apabila seseorang mengkonsumsi cukup protein dan nutrisi bagi rambut, misalnya vitamin E.

Sumber: http://www.masalahkesehatanku.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*